Leo Teunis merupakan pemimpin dari sebuah perusahaan yang cukup ambisius. Dia termasuk pengusaha sukses yang dalam usia muda sudah mampu membeli apa saja yang di inginkan. Dengan kemampuannya memimpin yang didapatnya dari kesenangannya mengikuti latihan militer sewaktu mudanya, dia mampu menjalankan bisnisnya dengan disiplin tinggi. Hampir semua bawahannya merasa bangga dan senang di pimpin oleh Leo.
Tanpa gaji yang besar, mereka tetap mau bekerja melebihi standart staff biasa. Kelebihannya adalah bisa membaur dengan anak buahnya yang paling sengsara hidupnya.
Pada suatu kesempatan Leo merasa badannya lelah tiada tara. Tanpa di sengaja dia pun tertidur di kursi mahal yang baru di beli assistennya untuk dia. Sebagai Penguasa utama PT. Lunesse, dia bisa tidur tanpa ada gangguan, semua staff di depannya tidak ada yang membangunkan…bahkan mendukung kegiatan bos mereka dengan ikhlas dan tanpa gerutuan dengan menciptakan suasana yang sangat nyaman untuk tidur.
Sampai datanglah seorang direktur dari perusahaan lain, yang memang sudah merencanakan meeting bersama Mr. Leo. Karena sudah terbiasa datang ke PT. Lunesse, Mr. John pun langsung di persilakan masuk keruangan Mr. Leo, tetapi karena melihat keadaan Mr. Leo yang memilukan maka diapun bergegas keluar lagi dan berjalan – jalan ke bagian pembungkusan kemasan produk. Disana Mr. John merasa terkagum kagum melihat bagian perusahaan yang bekerja paling keras tapi bergaji paling kecil itu.
Selang 46 menit kemudian, Mr. Leo terbangun, dan karena merasa tubuhnya sudah sangat segar kembali…diapun berjalan jalan keliling ke masing – masing meja staffnya. Menegor dan bercanda satu persatu dengan mereka, tanpa sadar kalau dia masih menunjukkan muka ngantuk.
Sewaktu berada di daerah bagian pembungkusan, dia sempat bercanda dengan beberapa staff kurusnya. Saat itu dia baru sadar kalau di pojok ruangan itu ada Mr. John yang sedang berdialog dengan staff senior pembungkus. “eh ada Mr. John nih”, “O iya Mr. Leo, wah sudah seger nih”, “hehe iya Mr. John, capek banget tadi” jawab Mr. Leo.
Semua staff disana langsung terdiam, dan dengan spontan Mr. Leo berkata “Eh Mr. John, salaman dulu donk”, Mr. John pun membalas ajakan salaman itu sambil berpikir “Salaman dulu donk? Keren juga tuh kalimat”
Hingga kini kalimat “Salaman dulu donk” digunakan oleh bagian pembungkus dan sebagian orang katro disaat bertemu dan pengen bersalaman
Recent Comments